CELEBRITY UPDATE – Pada Senin malam, Ariana Grande berbicara di karpet merah pemutaran perdana Wicked: For Good di New York, menggantikan lawan mainnya Cynthia Erivo.
Momen haru sekaligus menggemaskan terjadi di karpet merah pemutaran perdana “Wicked: For Good” ketika dua bintang utamanya, Cynthia Erivo dan Ariana Grande, kembali menyita perhatian publik. Cynthia Erivo, yang berperan sebagai Elphaba, datang dengan penampilan penuh pesona namun kondisi kesehatannya ternyata kurang mendukung. Ia mengalami kehilangan suara sesaat sebelum acara dimulai, tepat ketika para wartawan dan media sudah menunggu untuk menggali kisah di balik film musikal yang sangat dinantikan tersebut.
Daripada menarik diri dari wawancara, Cynthia memilih untuk tetap hadir dan menghormati para media. Di sinilah dukungan Ariana Grande terlihat begitu besar. Sang penyanyi sekaligus aktris yang memerankan Glinda tersebut dengan penuh ketulusan turun tangan menjadi “suara” untuk Cynthia sepanjang sesi wawancara. Ariana menjawab pertanyaan berdasarkan bisikan pelan Cynthia, memastikan sahabat sekaligus rekan kerjanya tetap mendapat ruang bersinar dalam acara besar itu.
Menurut laporan, penyelenggara telah memberi tahu wartawan sebelum acara bahwa kedua bintang tersebut tidak akan memberikan wawancara karena suara Erivo yang serak. Namun, mereka muncul di siaran langsung resmi E! dan berbincang singkat dengan pembawa acara Justin Sylvester.
Cynthia Erivo Chemistry dan Rasa Persaudaraan di Balik Wicked
Film Wicked: For Good dikenal mengangkat tema persahabatan dan kekuatan hubungan emosional yang kuat dan momen di karpet merah itu seolah menjadi cerminan nyata dari nilai tersebut. Banyak penggemar dan jurnalis memuji Ariana karena spontanitas dan kepeduliannya, sementara Cynthia Erivo tetap mencuri perhatian berkat profesionalisme dan senyumnya yang tak hilang meski tengah sakit.
Media sosial pun langsung ramai. Cuplikan video Ariana membantu wawancara viral di berbagai platform, dengan komentar positif mulai dari “friendship goals” hingga “Elphaba & Glinda energy in real life”. Para fans Wicked menyebut momen itu sebagai bukti bahwa keduanya bukan hanya rekan kerja, tetapi juga sahabat sejati.
Hanya Grande yang menerima mikrofon untuk menjawab pertanyaan Sylvester, dan sempat menyebut Erivo yang berdiri di sampingnya: “Aku tidak akan membiarkannya bicara. Dia perlu mengistirahatkan suaranya!”
Disambut senyum Erivo, Grande melanjutkan dengan membahas nominasi Grammy mereka mereka dinominasikan untuk Penampilan Duo/Grup Pop Terbaik di Music Awards tahun depan untuk lagu mereka “Defying Gravity” dan album solo serta buku Erivo yang akan datang, Simply More.
“Apakah aku sudah melakukan pekerjaan dengan baik?” tanya Grande bercanda kepada lawan mainnya, Arivo, saat mempromosikan proyek mereka. Arivo tersenyum dan mengangguk.
Ketika ditanya bagaimana perasaannya menjelang akhir film bertema Oz tahun lalu, Grand mengatakan ia pikir mereka pasti merasakan hal yang sama “rasa syukur yang tak terlukiskan.”
“Ini merupakan perjalanan yang luar biasa, pengalaman yang tak terlupakan, bekerja dengan orang-orang yang sangat kami cintai dan hormati, sangat berbakat, dan sangat baik hati,” ujarnya.
Penyanyi “Yes, And” itu menambahkan bahwa mereka senang publik “akhirnya bisa mengetahui kisah lengkapnya, kisah-kisah para wanita yang sangat kami cintai ini, dan kisah-kisah tentang bagaimana kami telah bersama mereka selama bertahun-tahun.”
Cynthia Erivo Profesionalisme Seorang Bintang
Meski kehilangan suara, Cynthia Erivo menunjukkan sikap yang luar biasa. Ia tetap tampil confident, berinteraksi dengan penggemar, dan berpose di hadapan kamera. Banyak kritikus film menilai bahwa keteguhannya mengikuti acara adalah refleksi dari etos kerja seorang pemain panggung sejati selalu memberikan yang terbaik, apa pun kondisinya.
Ariana Grande juga menuai pujian atas kepekaannya mengambil peran mendukung tanpa “mencuri sorotan”. Ia tidak mencoba menjadi pusat perhatian, melainkan memastikan Cynthia tetap menjadi fokus utama. Koordinasi keduanya saat menjawab pertanyaan jurnalis tampak alami dan penuh rasa hormat.
Pada titik ini, Arivo mendekat ke telinga Grand dan membisikkan sesuatu, tetapi Grand tidak dapat mendengarnya dengan jelas. Jadi Arivo berbicara singkat ke mikrofon, suaranya sedikit tercekat karena emosi.
“Senang sekali akhirnya kita kembali ke sini, kembali ke tempat semuanya berawal,” ujarnya, merujuk pada New York City, rumah bagi Gershwin Theatre, tempat musikal pemenang Tony Award Wicked ditayangkan perdana pada tahun 2003 dan masih dipentaskan di Broadway.
Cynthia Erivo Antusiasme Publik pada Wicked Semakin Tinggi
Insiden kecil namun menyentuh ini justru semakin meningkatkan hype terhadap film Wicked: For Good, yang sudah menyedot perhatian global bahkan sebelum dirilis. Chemistry kuat antara dua pemeran utama menambah ekspektasi bahwa adaptasi musikal Broadway ini akan menjadi salah satu film tersukses tahun ini.
Berbagai forum fandom pun ikut menyoroti, termasuk beberapa komunitas hiburan dan game yang biasanya membahas hal berbeda dan menariknya, beberapa thread membandingkan besarnya antusiasme film ini dengan hype di dunia permainan hiburan digital seperti mahjong slot sebagai bentuk tren pop culture yang terus berkembang. Ini memperlihatkan seberapa luas dampak promosi dan pesona para bintang Wicked hingga lintas komunitas.
Tak berlebihan jika dikatakan bahwa para bintang film ini telah menjalani tur promosi yang fantastis.
Cynthia Erivo Film, Persahabatan, dan Momen yang Akan Diingat
Walau kehilangan suara bukanlah kondisi ideal untuk sebuah penampilan publik, momen tersebut justru menciptakan salah satu highlight paling emosional dalam rangkaian promosi Wicked. Banyak penggemar menyebut peristiwa itu sebagai “kenangan karpet merah yang tidak akan terlupakan”.
Persahabatan, solidaritas, profesionalisme, dan rasa saling mendukung semuanya terpampang jelas. Dan pada akhirnya, publik tidak melihat Cynthia yang kehilangan suara, melainkan dua wanita hebat yang saling menopang dan saling mendukung di tengah tekanan dunia hiburan SULTANPLAY.
Baca Juga : Nicki Minaj Terseret Isu Diplomatik Fakta-faktanya Terungkap
Dengan hype film yang semakin meningkat dan antusiasme penggemar yang terus meluas, satu hal sudah jelas: Wicked: For Good bukan hanya soal dongeng dan musik, tetapi juga tentang kekuatan hubungan manusia baik di layar maupun di kehidupan nyata.
Sebelumnya pada hari Senin, seorang pencuri berantai asal Australia melecehkan Grand di pemutaran perdana Wicked: For Good di Singapura dan dijatuhi hukuman sembilan hari penjara karena perilaku tidak tertib.

